Ketupat selalu tertata dengan bentuknya yang khas. Tokoh ini memang selalu hadir di tengah umat Muslim yang sedang merayakan “kemenangan”. Tak hanya itu, beragam “wujud” arsitektur dengan nuansa Islami juga turut hadir menyemarakkan hari kemenangan. Arsitektur bernuansa Islami  yang merupakan tokoh utama dalam perayaan ini bisa dikatakan adalah  bangunan masjid

Bangunan masjid sendiri sebenarnya sudah mengalami begitu banyak transformasi dan mendapatkan pengaruh dari berbagai macam budaya. Pada awal perkembangannya, bangunan masjid pertama kali dibangun pada zaman nabi Muhammad SAW. Kemudian, seiring berjalannya waktu, agama Islam sendiri pun semakin mengalami perkembangan. Agama Islam semakin banyak bersentuhan dengan budaya-budaya lain. Kontak dengan budaya lain ini pun tidak hanya mempengaruhi agama Islam dalam nilai-nilai ajaran agama nya, namun juga mempengaruhi arsitektur dalam agama Islam itu sendiri.

Pembangunan sebuah Masjid  tidak terlepas dari kaidah-kaidah yang dipegang dan harus diperhatikan sesuai dengan ajaran dalam agama Islam. Pada sebuah masjid, di dalam dan luar bangunan nya tidak boleh terdapat gambar/ornamen berupa makhluk hidup yang utuh. Sebaliknya ornament yang berada pada masjid sebaiknya merupakan ornament yang mengingatkan kepada Allah SWT.  Seperti tulisan kaligrafi yang melambangkan Allah SWT, dsb. Ruang-ruang diatur untuk menjaga akhlak dan perilaku serta tidak boleh ditujukan sebagai ajang untuk pamer dan menyombongkan diri .Selain itu, pembangunan masjid harus juga meminimalisir kerusakan alam. Sertapenggunaan warna masjid seharusnya menggunakan warna yang mendekatkan kepada Allah, seperti warna cokelat atau hijau yang mewakili warna alam.

Masjid yang pertama kali dibangun pada masa Nabi Muhammad SAW adalah Masjid Quba. Masjid Quba yang dapat dilihat pada saat ini tentu saja sudah tidak menggambarkan keadaan masjid ini ketika baru dibangun dulu. Ketika pertama kali menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad mengalami penolakan luar biasa dari suku Quraisy yang merupakan suku nya sendiriMaka dari itu, Nabi Muhammad bersama pengikutnya pindah ke Medinna Di sanalah Masjid Quba, masjid yang pertama, didirikan. Masjid ini awalnya hanya berbentuk segiempat dengan atap dan berada di lapangan terbuka. Dinding-terbuat dari batang pohon kurma dan atap nya dari daun pohon kurma.

Masjid Quba (Sumber : www.google.com)

Arsitektur Islam pada bangunan masjid kemudian semakin berkembang. Mulailah pengaruh-pengaruh budaya lain mempengaruhi arsitektur pada bangunan masjid. Bangunan masjid mulai dipengaruhi oleh gaya arsitektur Byzantium dan gaya arsitektur Sasanid. Pengaruh gaya arsitektur Byzantium mulai terlihat dari penggunaan batu-batu pada dinding, karya seni mosaic, cat, dan ukiran relief. Sedangkan, arsitektur Sasanid mulai terlihat ketika masjid-masjid banyak yang memiliki courtyard . Arsitektur Islam kemudian juga mengadopsi arsitektur Moor dan arsitektur Persia. Percampuran budaya yang paling terlihat pada arsitektur masjid adalah penggunaan kubah pada bagian atapnya. Dimana yang pada awal nya menggunakan atap datar, kemudian menggunakan kubah. Penggunaan kubah ini pertama kali digunakan pada bangunan Dome of The Rock.

Dome of The Rock (Sumber :http://www.biblewalks.com/)

Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 691 SM   . Namun pada saat itu penggunaan kubah belum populer. Bentuk kubah mulai banyak digunakan setelah Konstantinopel (kalah oleh Kerajaan Ottoman. Barulah setelah itu bentuk kubah barulah banyak digunakan.

Semakin meluasnya penyebaran agama Islam, arsitektur pada masjid kemudian berkembang menjadi beragam. Arsitektur pada masjid tidak lagi memiliki bentuk-bentuk yang sama.  Bentuk-bentuk masjid yang ada di bangunan seringkali menyesuaikan dengan gaya arsitektur lokal yang sudah ada. Salah satu contohnya adalah Masjid Agung Kudus. Masjid yang terletak di Kudus ini adalah masjid yang unik, karena terdapat menara yang berbentuk seperti candi yang bercorak agama Hindu-Buddha. Masjid yang dibangun oleh Sunan Kudus ini memiliki kubah seperti bangunan masjid yang sudah berkembang sebelum nya.

Contoh lainnya adalah Masjid Ceng Ho yang berada di Surabaya. Masjid ini menjadi unik karena bentuk nya yang tidak biasa. Sekilas dari luar masjid ini nampak seperti klenteng. Masjid ini didirikan oleh umat Islam keturunan TiongHoa untuk mengingat jasa-jasa Ceng Ho ketika menyebarkan agama Islam. Perpaduan yang unik dan jarang terlihat, namun tentunya dengan tetap memperhatikan kaidah dalam pembangunan masjid. Karena bentuknya yang unik, selain menjadi tempat ibadah masjid ini juga menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai daerah.

Mesjid Cheng Ho (Sumber :http://icsforheritages.igoid.com/)

Seiring berjalannya  waktu, wujud dari sebuah masjid mulai kembali lagi ke wujud awalnya, yaitu berbentuk kotak tanpa kubah ataupun menara. Seperti bangunan Masjid Al Irsyad yang didesain oleh arsitek kenamaan Indonesia, Ridwan Kamil. Walaupuntidak berkubah namun identitas bangunan sebagai sebuah masjid amat sangat kental terasa. Dari kejauhan susunan tulisan kaligrafi Arab berjenis  Khat Kufi ( merupakan kaligrafi Arab tertua dan sumber seluruh kaligrafi Arab ) yang melekat pada tiga sisi bangunan akan menghadirkan lafaz Arab. Lafaz ini merupakan dua kalimat tahuid, Laailaha Ilallah Muhammad Rasulullah, yang artinya Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Bangunan Masjid Al Irsyad (Sumber : www.lipsus.kompas.com)

Arsitektur pada bangunan masjid kini semakin beragam dan modern. Di era yang semakin modern ini, tidak ada lagi patokan seperti apa bentuk khas sebuah masjid. Beragam bentuk masjid semakin berkembang dan dibumbui pula dengan beragam pemikiran kreatif yang tidak pernah lelah untuk mencoba berbagai kemungkinan yang dapat dimunculkan.  (DW)