Picture

Gambar 1. Suasana Pintu Masuk Ruang Pameran
Sumber : Dok. SKETSA
Indonesia memiliki jenis tanah yang beragam dari ujung timur ke barat. Hal ini mencerminkan kekayaan Negara Indonesia yang memberikan peluang bagi perkembangan arsitektur dan desain interior. Tanah Indonesia memiliki karakteristik dan beragam proses pengolahan produk material yang memberi nilai tambah bagi ekonomi kreatif Indonesia. Oleh karena itu, BEKRAF bersama dengan Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Indonesia mengadakan pameran bertajuk “Tanahku Indonesia” yang menampilkan potensi material lokal dalam arsitektur dan desain interior berbahan dasar tanah.

Picture

Gambar 2. Forum Kurator Beserta BECRAFT Creative Labs
Sumber : Dok. SKETSA

Picture

Gambar 3. 240 Tanah, Batu, dan Pasir dari Seluruh Indonesia
Sumber : Dok. SKETSA

Pameran yang diselenggarakan di Dia.lo.gue Artspace pada Rabu (08/11) hingga Minggu (12/11) 2017 dikuratori oleh Yandi Andri Yatmo dan Paramita Atmodiwirjo yang merupakan guru besar Universitas Indonesia. Ditampilkan lebih dari 240 jenis tanah, batu, dan pasir yang dikumpulkan dari seluruh provinsi di Indonesia bersama dengan karya-karya mahasiswa arsitektur Universitas Indonesia berbahan dasar tanah di pameran tersebut. Karya mahasiswa diambil dari pengetahuan yang secara tradisional sudah dilakukan masyarakat Indonesia yang kemudian diinterpretasikan oleh mahasiswa dengan caranya sendiri.

Picture

Gambar 4. Foto Produk Olahan Berbahan Dasar Tanah dari Seluruh Indonesia
Sumber : Dok. SKETSA
Proses persiapan berlangsung selama empat sampai lima bulan di seluruh Indonesia untuk mencari bahan-bahan yang akan dipamerkan. Ekskursi secara spesifik berada di Lombok, Bali, Jogjakarta, dan Semarang. Pameran dimulai dari kerja sama antara BEKRAF dengan Universitas Indonesia yang ingin melihat sejauh mana tanah dapat memberi kontribusi terhadap pengetahuan arsitektur dan desain interior yang ternyata dapat dibahas lebih melalui sekitar 240 tanah dan batu ditemukan di 34 provinsi.

Picture

Gambar 5. Penjelasan Pameran oleh Kurator
Sumber : Dok. SKETSA

“Tanahku Indonesia” berupaya merangkum beragam jenis material yang terbuat dari tanah dan turunannya beserta penerapannya dalam arsitektur dan desain interior dari berbagai wilayah Indonesia. Keberagaman tersebut diibaratkan seperti semboyan negara kita ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang kemudian diangkat menjadi konsep untuk pameran ini. Rangkaian kegiatan pameran, seminar, dan workshop dalam “Tanahku Indonesia” menjadi wadah dialog antara tanah, lokalitas, serta praktik material dalam arsitektur dan interior. Pemahaman material tidak terbatas hanya pada kehadirannya secara fisik namun juga dalam berbagai wujud dan ragamnya, teknik dan metode yang menyertai kehadirannya, serta melekat dengan konteks lingkungan ekologi dan keseharian masyarakat.

Picture

Gambar 6. Foto Bersama Para Kurator, BEKRAF Serta Pemilik Dia.lo.gue
Sumber : Dok. SKETSA

Warna-warna Indonesia dapat terpancarkan melalui berbagai cara kita mengemas dan mengangkatnya. Pameran ini melihat warna kita mengarah pada produksi bahan, ke kreativitas dan lokalitasnya sehingga kita dapat memperjuangkan negara kita sendiri melalui pemilihan material yang mampu mencerminkan kehidupan sosial yang terlibat. Nasionalisme kita dibangkitkan dengan menjadi maju atas dasar diri sendiri, berangkat dari apa yang kita punya, dan berkembang karena potensi diri kita, dengan begitu kita bisa menghargai dan membuat negara kita menjadi makmur. (A)