EV Hive The Breeze BSD City

Picture

Gambar 1. Acara Biang Live #2 EV Hive di Co Working Space, The Breeze BSD.
Sumber : Dok. SKETSA

Biang desain merupakan sebuah grup Facebook yang berdiri sejak tahun 2010, digagas oleh mahasiswa School of Design Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai sarana untuk berdiskusi serta menjadi ajang pamer tugas perkuliahan. Seiring dengan berjalannya waktu, grup tersebut menyebar sayapnya sebagai forum diskusi lintas desain dan arsitektur secara terbuka bukan hanya untuk mahasiswa UPH saja, tetapi juga melibatkan masyarakat umum yang ingin berdiskusi di forum tersebut. Program acara ini telah menghadirkan banyak narasumber mulai dari desainer interior sampai arsitek professional seperti : Gede Kresna, Yu Sing, hingga Raul Renanda.

“Warung Obrolan” adalah nama awal dari program diskusi Biang Design yang berlangsung  dwi-mingguan dalam kurun waktu satu tahun (2014 – 2015) sebanyak 16 kali pertemuan. Meski sempat terhenti akibat kesibukan dari para moderatornya, hingga saat ini tim moderator terus bergulir dari mahasiswa sampai masyarakat umum. Beberapa moderator yang masih aktif hingga saat ini ialah Peter Y. Gandakusuma dan Murni Khuarizmi.  Acara ini pertama kali diadakan dengan nama Biang Live #1 pada Kamis, 7 April lalu di Joglo Nusantara Setu Pengasinan Depok sebagai sebuah kumpul-kumpul santai, hangat dan cerita, atau lebih dikenal sebagai KOPDAR. Forum diskusi ini dibuat sederhana namun tetap kondusif agar topik pembahasan dapat tersosialisasikan dengan baik.

Picture

Gambar 2. Para Biang dalam BIANG LIVE #2 EV Hive
Sumber : Dok. SKETSA

Pada Selasa, 24 Oktober 2017, Biang Live #2 mengusung tema “Arsitektur Ialah” sebagai topik pembahasan acara yang menghadirkan delapan biang (sebutan akrab untuk para ahli atau pakar). Mereka adalah arsitek, aktivis urbanisme warga, periset, akademisi, dan pemapar arsitektur di berbagai seminar nasional hingga internasional di antaranya terdapat  Stanley Wangsa, Daniel Denny Setiawan, Sigit Kusumawijaya, Rakyan Tantular, Ign Susiadi Wibowo, Murni Khuarizmi, Imron Yusuf, Moehamad  Deni Desvianto, beserta Jo Adiyanto sebagai moderatornya.

Diskusi ini membahas mengenai pengertian arsitektur menurut sudut pandang delapan biang yang hadir pada diskusi tersebut. Diawali oleh Sigit Kusumawijaya yang mengatakan bahwa arsitektur merupakan “beyond” yang berorientasi jauh lebih ke depan. Dilanjutkan dengan pendapat biang lainnya, “Arsitektur merupakan penanda jaman”, arsitektur sebagai komposernya bidang arsitek, ada juga yang berpendapat arsitektur merupakan sebuah problem solving. Juga terdapat pendapat yang kontra dari beberapa biang yang menganggap bahwa arsitek merupakan pelaku dari pemanasan global yang dampaknya sudah mulai kita rasakan. Penghujung acara ditutup dengan pembahasan bahwa arsitek ialah sebuah proses, dimana arsitektur hari ini tidak sama dengan arsitektur zaman Majapahit atau arsitektur di masa depan, arsitektur  pasti akan berubah dikarenakan pergerakan zaman dan berkembangnya teknologi, maka aliran arsitekturnya pun berbeda.

Picture

Gambar 3. Foto Bersama Tim Reporter SKETSA dengan Para Biang
Sumber : Dok. SKETSA
​Pengertian arsitektur pastinya akan berbeda-beda menurut sudut pandang dari tiap ahli pakar, karena tiap orang memiliki pengalaman tersendiri dalam profesi mereka untuk dapat mengartikan apa itu arsitektur. Penulis sendiri mencoba mengartikan arsitektur sebagai sebuah wadah bagi makhluk hidup, khususnya manusia, yang berada di lingkungan yang berbeda-beda dengan beragam aktivitas yang dilakukan guna menunjang kehidupan tiap individu. Bagaimana arti arsitektur menurut teman-teman SKETSA? (EM)