Picture

Gambar 1. Instalasi String Composition 1st Series karya Rubi Roesli dari Biroe Architecture & Interior di Taman Telaga Sampireun. (Sumber : dok. SKETSA)

Keterbukaan merupakan sesuatu hal yang dapat mempersatukan berbagai individu dengan latar belakang yang berbeda, tanpa menimbulkan kesan ekslusivitas. Hal itulah yang diangkat pada Bintaro Design District 2019 yang mengambil tema Inclusivity atau keterbukaan.

Acara tahunan yang diselenggarakan dan dikurasikan oleh Andra Matin, Budi Pradono, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil ini berlangsung pada tanggal 28 November hingga 7 Desember 2019 dilebih dari 70 titik disekitar Jakarta dan Tangerang.

BDD membuka kesempatan kepada masyarakat untuk  mengunjungi, serta melihat keadaan tempat kerja arsitek, desainer interior, sinematografer, desainer grafis, dan desainer produk . Selain itu kegiatan ini juga mengadakan beberapa sesi talkshow, pameran, dan kunjungan karya ke beberapa studio arsitek, maupun interior seperti rumah, dan kafe.

Pengunjung pada dasarnya bebas memilih lokasi yang akan dituju, namun sebelum berkunjung, perlu diperhatikan bahwa tidak semua lokasi buka setiap hari, sehingga pengunjung mengunduh aplikasi BDD di perangkat smartphone untuk melihat jam kunjungan. Apalagi beberapa kegiatan seperti seminar, talkshow, dan kunjungan ke beberapa tempat seperti Rumah Palem, Twin House, dan instalasi Change, memerlukan registrasi khusus karena jumlah pengujung dibatasi.

Picture

​Gambar 2. Budi Pradono dari Budipradono Architects yang sedang menjelaskan salah satu karyanya kepada pengunjung (Sumber: dok. SKETSA)

Picture

​Gambar 3. Pameran Mother Earth & Architecture di Han Awal & Partners yang memamerkan perjalanan Yori Antar mengenali arsitektur vernakuler, serta masyarakat di Indonesia
​(Sumber: dok. SKETSA)

Picture

​Gambar 4. Instalasi Catalyst karya ON Studio dan HANDAVINCENT ARCHITECTS di taman yang berada di perumahan Discovery, Pondok Aren. (Sumber: dok. SKETSA)

Picture

Gambar 5. Musholla Kotakrat karya PSA Studio di Kebun Ide yang menggunakan peti plastik minuman sebagai dinding dan atap bangunan. (Sumber: dok. SKETSA)

Picture

Gambar 6. Instalasi (re)pods karya Atelier Riri yang memerlihatkan bangunan kecil yang berfungsi sebagai toko dan hunian sebagai salah satu solusi dalam menyikapi isu keterbatasan lahan.
​(Sumber : dok. SKETSA)

Picture

​Gambar 7. Tur Rumah Palem karya Andra Matin yang menjadi salah satu lokasi tur terbatas.
​(Sumber: dok. SKETSA)

Picture

Gambar 8. Instalasi pameran Mengingat Bintaro sekaligus openhouse Reduhouse.08 karya SPOA dan Kamengski yang menceritakan perkembangan Bintaro selama beberapa dekade terakhir.
​(Sumber: dok. SKETSA)

Pada hari terakhir penyelenggaraan acara ini, panitia mengumumkan bahwa BDD 2020 akan mengambil tema “Berbagi Masa Depan” dengan harapan bahwa dengan berbagi ilmu, cerita, dan saling peduli, maka dapat tercipta sebuah masa depan yang lebih baik.

Picture

​Gambar 9. Suasana Penutupan BDD 2019 di instalasi Genang karya Adria Yurike Architects di Taman Telaga Sampierun. Acara di isi dengan pengumuman pemenang kontes foto dan karya terbaik, sekaligus tema BDD 2020: Berbagi Masa Depan. ​(Sumber: dok. SKETSA)

Pada hari terakhir penyelenggaraan acara ini, panitia mengumumkan bahwa BDD 2020 akan mengambil tema “Berbagi Masa Depan” dengan harapan bahwa dengan berbagi ilmu, cerita, dan saling peduli, maka dapat tercipta sebuah masa depan yang lebih baik.