Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki iklim tropis dengan kekayaan alam yang berlimpah.  Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai jenis spesies yang merupakan keunggulan negara ini. Akan tetapi, akibat aksi manusia yang buruk, alam memberikan reaksi yang buruk pula. Bagaimana jika alam  menjadi tidak bersahabat?

Indonesia sebagai negara kepulauan seharusnya tidak akan kekurangan air tetapi sekarang air bersih mulai menjadi langka. Saluran air, danau, dan bendungan tidak mengalir bahkan tersumbat lumpur. Bagaimana kita membenahi dan mengembalikan keadaan lingkungan di negara ini? Akankah 50 tahun kedepan Jakarta akan menjadi kota dalam air?

Picture

Gambar 1 : Suasana ruangan pameran maket karya mahasiswa Universitas Tarumanagara di gedung M Lantai 8, Universitas Tarumanagara. Sumber: Dok. SKETSA

Pada tanggal 18 – 19 September 2015, SKETSA berkesempatan untuk menghadiri Seminar ECO-LOGIC CITY 2015 yang membahas mengenai lingkungan, terutama siklus perairan yang ada di Indonesia. Seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara ini dihadiri oleh pembicara yang ahli dalam bidangnya. Beberapa di antaranya adalah Prof. Ir. Chaidir Anwar Makarim, MSE, Ph.D., Prof. Bun Yamin Ramto,  Ir. Gerald Pichel, Prof. Dr. Ronald E. Waterman, MSc dan Mr. Jan Jaap Brinkman.

Seminar ini membahas mengenai apa dan bagaimana dalam menangani masalah perairan di Indonesia. Mulai dari masalah umum seperti banjir akibat endapan lumpur hingga material apa yang dapat digunakan seorang perancang untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan.

Picture

Picture

Gambar 2: Suasana Seminar oleh Mr. Jan Jaap Brinkman (kiri) dan Prof. Dr. Ir. Ronald Waterman (kanan).
Sumber : Dok. SKETSA
Seminar ini juga mengajak para peserta untuk turut berpendapat hingga berdiskusi, dengan tujuan menemukan jalan keluar baru dalam mengatasi masalah lingkungan di Indonesia. Dari acara ini juga peserta diajak untuk langsung mengunjungi lokasi-lokasi tertentu yang berhubungan dengan tema ECO-LOGIC. Dengan adanya seminar ini diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, serta dapat menjadikan alam Indonesia tetap terpelihara. (H)