“The best part of learning is sharing what you know.”
​-Vaughn K. Lauer

Dua puluh tujuh tahun, Majalah SKETSA (Majalah Arsitektur Tarumanagara) telah berkarya, menjalankan fungsi penerbitannya sambal terus memberikan insight baru melalui isu-isu teraktual yang sesuai dengan perkembangan dunia arsitektur. Maka tepat pada 19 Desember 2015 lalu, SKETSA mengusung tema Growth dan mengadakan dua kegiatan utama yaitu workshop dan talkshow. SKETSA pun menggandeng pembicara-pembicara yang memiliki pengalaman di bidangnya, juga mengundang berbagai Universitas dari dalam dan luar Jakarta, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Pancasila, dan Universitas Bung Karno.
​​
Workshop Penulisan oleh Andreas Anex
​Sumber : dok. SKETSA
Workshop Artistik Desain oleh Vincent Heryanto
​Sumber : dok. SKETSA
Workshop Fotografi oleh Fernando Gomulya
​Sumber : dok. SKETSA
Workshop “Arsitektur: Komunikasi melalui Tulisan,Ruang, dan Gambar” diselenggarakan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan akan penulisan, fotografi, dan artistik desain. Ketiga elemen tersebut secara khusus berperan dalam arsitektur, terlebih dalam proses pembuatan majalah arsitektur. Workshop penulisan dibawakan oleh Andreas Anex, pemimpin redaksi konteks.org. Workshop artistik desain dibawakan oleh Vincent Heryanto, art director SKETSA periode 2009/2010 dan arsitek di Graha Akar Karya (GAK). Workshop fotografi dibawakan oleh Fernando Gomulya, fotografer arsitektur dan founder dari Fernandogomulya Architectural Photography.
Talkshow oleh Riri Yakub, dipandu oleh Klara Puspa I. sebagai moderator
Sumber : dok. SKETSA

SKETSA juga berkesempatan untuk mengundang arsitek ternama Indonesia, Riri Yakub (Atelier Riri) untuk memberikan sharing proyek-proyek yang telah dikerjakan. Talkshow “Penerapan Eco-design dalam Arsitektur Kontemporer” menghadirkan pemaparan tentang peran rumah sebagai metode dalam Eco-Architecture yang menjembatani antara manusia dan lingkungan. Materi talkshow juga mengarahkan para peserta untuk menyadari urgensi kerusakan lingkungan yang harus direspon khususnya bagi para calon arsitek.

​Selain workshop dan talkshow, SKETSA juga mengadakan pameran perjalanan SKETSA dari tahun 1988 dan karya-karya mahasiswa-mahasiswi Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara. Juga, memamerkan 15 karya lomba fotografi #GrowthinUrbanism dengan juri Fernando Gomulya dan Lioe Tjin Fa. Tidak lupa, serangkaian perayaan HUT SKETSA ke-27 dimeriahkan dengan penampilan band dan tari kontemporer oleh Arthur. Sebagai penutup acara, SKETSA memutar teaser video Majalah SKETSA edisi ke-30 AFTER EARTH: DAMAGED ECOLOGY. (Redaksi SKETSA)