“Upside Down: To See Beyond the Wall” menjadi tajuk dari acara yang diselenggarakan Majalah SKETSA untuk memperingati hari jadinya yang ke-28 sekaligus memperkenalkan tema Majalah SKETSA edisi ke-31: Atrocity yang akan diterbitkan pada tahun 2017. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 17 Desember 2016 ini juga dimeriahkan melalui rangkaian kegiatan pameran, lomba fotografi, serta seminar dan talkshow bertemakan Redefining the Urban Way of Thinking.

Seminar yang bertempat di Studio Arsitektur Gedung L, Universitas Tarumanagara tersebut menggundang dua orang arsitek sekaligus urban designer ternama Indonesia yaitu Ardzuna Sinaga dan Sigit Kusumawijaya.

Melalui proyek-proyeknya seperti Bandung Teknopolis, River of Live, Ocean Eco Park, dan Revitalisasi Pedestrian Melawai, Ardzuna “Angga” Sinaga, Associate Director dari AECOM Indonesia menekanan pentingnya pembangunan berlandaskan hubungan timbal balik antara lingkungan dengan kota serta keterlibatan masyarakat dalam prosesnya.

Senada dengan Angga, Sigit Kusmawijaya turut membahas pentingnya mengintegrasikan lingkungan dan masyarakat dalam pembangunan sebuah kota untuk menanggulangi masalah-masalah kependudukan yang diakibatkan oleh tingginya laju urbanisasi di kota-kota besar di Indonesia. Principal Architect dari Sigit Kusumawijaya | Architect & Urban designer ini juga memperkenalkan beberapa proyek gagasannya seperti Hidden Heritage Semarang, Hidden Park Jakarta, Indonesia Berkebun, dan Rumah Beranda.

Seminar yang juga menampilkan video teaser Majalah SKETSA edisi ke-31 ini diikuti oleh sesi tanya jawab bersama kedua pembicara serta ditutup dengan pemberian apresiasi kepada pembicara dan pengumuman pemenang beserta pembagian hadiah lomba fotografi yang bertajuk Upside Down: Urban Anomaly. 15 foto terbaik dari lomba fotografi yang diselenggarakan Majalah SKETSA tersebut juga dipamerkan pada pameran HUT SKETSA ke-28 yang turut diramaikan oleh instalasi tematis, photobooth, serta maket-maket dan lukisan cat air karya mahasiswa Universitas Tarumanagara. (NH)