Picture

Gambar 1  Brosur Benefits of Green Buildings
Sumber : www.gbcindonesia.org
​​

​Bangunan di Indonesia adalah pengguna energi terbesar ketiga dengan porsi sekitar 30% dari total konsumsi energi nasional. Jika tidak dikelola dengan baik, konsumsi energi dari bangunan berpotensi meningkat hingga 40% dari total konsumsi energi pada tahun 2030. Untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen sampai dengan tahun 2030, Pemerintah mendorong peningkatan efisiensi energi bangunan. Salah satu pihak yang menjadi penggerak adalah International Finance Corporation, Green Building Council (GBC) Indonesia, dan bagian dari kelompok Bank Dunia.

Acara publikasi hasil studi bersama IFC dan GBC Indonesia diselenggarakan pada 20 Februari 2019 di Greenhouse, Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh arsitektur, rekan media, hingga Duta Besar Swiss diundang untuk menghadiri acara ini. Studi mengenai efektifitas bangunan hijau ini dilakukan terhadap sembilan green building yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Bangunan tersebut telah memenuhi sertifikasi dengan mencatatkan penghematan biaya utilitas sebesar 30 sampai 80 % dibandingkan bangunan biasa.

Saat ini, lebih dari 100 bangunan di Indonesia telah menerima sertifikasi bangunan hijau. Tercatat sekitar 3.000 bangunan memenuhi standar green building dengan cakupan area seluas lebih dari 20 juta meter persegi. Studi kasus ini menyimpulkan bahwa biaya untuk mendirikan kesembilan bangunan hijau tersebut lebih tinggi sekitar nol hingga 17 persen terkait dengan biaya desain dan penggunaan materialnya. Namun, investasi lebih ini akan membawa keuntungan dalam jangka panjang.

Sejak 2012, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah mengimplementasikan peraturan bangunan hijau yang mengatur desain gedung, menghemat konsumsi listrik dan air, serta mengoptimalkan pengunaan bahan bangunan. IFC bermitra dengan Pemerintah DKI Jakarta untuk menerbitkan aturan tersebut, didukung oleh pemerintah Swiss melalui SECO (State Secretariat for Economic Affairs).
​​

Picture

Gambar 2 Iwan Prijanto, Chairperson GBC Indonesia
Sumber : www.gbcindonesia.org
​​
Iwan Prijanto, Chairperson dari GBC Indonesia, mengatakan, “Mempromosikan bangunan gedung hijau membutuhkan bukti, bukan hanya teori konseptual. Kami senang dapat berbagi contoh penghematan biaya-biaya yang sangat besar bagi operator dan investor, yang juga memberikan lingkungan indoor dan outdoor yang lebih sehat bagi penghuni.” Secara global, IFC telah berinvestasi lebih dari $4 miliar pada bangunan hijau melalui intermediasi lembaga keuangan, selain di sektor ritel, hotel, rumah sakit, properti serba guna (mixed-use), hunian, sekolah, dan universitas.  Diperkirakan, 15 persen dari investasi tersebut dilakukan di kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia.

Picture

Gambar 3 Narasumber dan Tokoh Undangan
Sumber : dok. SKETSA
​​
Marcene Mitchell, Global Head, Strategy and Business Development untuk IFC Climate Business Department mengungkapkan bahwa penghematan listrik dan air dalam kurun waktu dua tahun di sembilan bangunan hijau dalam studi sangat menggembirakan. Selain ramah lingkungan, bangunan hijau juga memberikan manfaat finansial bagi para pengembang, penyewa dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil yang dicapai melalui Program Transformasi Pasar Bangunan Hijau IFC menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang sesuai dengan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca demi mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik melalui bangunan hijau. (GG)