Salah satu upaya untuk mendukung dan menjaga kelestarian lingkungan hidup habitat laut khususnya bagi flora dan fauna penghuni Samudera Pasifik, telah didirikan sebuah akuarium raksasa di Jepang. Akuarium yang telah dibuka sejak 20 Juli 1990 ini dikenal dengan nama Osaka Aquarium karena terletak di sekitar daerah dermaga Tempozan yang dulunya digunakan sebagai pergudangan dan merupakan pintu masuk sebelah dalam ke Pelabuhan Osaka.

Akuarium raksasa dengan luas 26.500 m2  yang dikenal sebagai ‘Ring of Fire’.
Sumber: http://travelneu.com/tourism/japan/osaka-aquarium-kaiyukan

Ring of Fire
Akuarium raksasa seluas sekitar 286.000 kaki persegi atau 26.500 m2 ini dikenal sebagai ‘Ring of Fire’ karena akuarium ini menampung sekitar 16.000 ikan, mamalia laut, burung, reptil, amfibia dan hewan-hewan invertebrata lebih dari 300 spesies yang berasal dari Samudera Pasifik dan sepanjang jalur gunung berapi Pasifik.

Proyek senilai 107 juta dollar Amerika yang dirancang oleh Cambridge Seven Associates untuk Osaka Waterfront Development Co. ini berisi sekitar 2.9 juta galon air dan memuat koleksi satwa yang ditampilkan dalam 9 tiruan habitat alaminya sehingga dapat memberikan kesan pada para pengunjung seperti sedang berjalan di dalam Samudera Pasifik itu sendiri serta menggugah pengunjung untuk memikirkan keharmonisan hubungan antara manusia dan laut.

Skema umum Osaka Aquarium, dimulai dari area hutan Jepang di sudut kiri atas hingg ke ruang pameran.
Sumber: http://architecturalmoleskine.blogspot.com/2012/10/waterfront-in-tempozan-i-osaka-aquarium.html

               Kompleks akuarium raksasa ini juga memiliki tempat perbelanjaan dengan bermacam-macam toko dan restoran, serta dilengkapi dengan parkir bawah tanah, di mana diharapkan dapat menyedot lebih dari dua juta wisatawan dari berbagai penjuru dunia setiap tahunnya.

Konsep Perancangan Osaka Aquarium
Konsepsi dasar dari ‘Ring of Fire’ adalah keinginan untuk menyajikan seluruh kehidupan Pasifik dan permukaan laut yang dinamis, yaitu secara geologis maupun sistem biologisnya yang senantiasa berubah. Konsepsi dasar tersebut juga dikaitkan dengan kehidupan masyarakat Jepang sendiri yang digambarkan sebagai masyarakat kepulauan serta memiliki hubungan yang erat dalam segi geografis, ekonomis, maupun kebudayaan dengan bagian lainnya dari Samudera Pasifik.

Akuarium ini ingin menciptakan suatu tempat yang menyenangkan bagi seluruh bentuk kehidupan di bumi dengan menampilkan keindahan dari sistem alamiah, termasuk keajaiban dan keindahan satwa laut agar pengunjung dapat merasakan keanekaragaman kehidupan seperti halnya jika mereka melakukan perjalanan berkeliling dunia.

Pengunjung diajak untuk merasakan perjalanan di dalam Samudera Pasifik
Sumber: http://www.tokyotravelpal.com/tour-Osaka-Bay-Area-Half-Day-Tour.htm

               Dalam kesatuan dengan lingkungan sekitarnya, Osaka Aquarium menjadi manifestasi dari keinginan untuk menciptakan suatu elemen yang dapat membedakan kota Osaka dengan kota-kota lainnya di dunia dengan menciptakan urban resort berupa playground di dalam kota yang lengkap dengan pertokoan, plaza-plaza dan restoran serta dilengkapi dengan perkantoran dan apartemen.

Perwujudan Desain Osaka Aquarium
Dalam desain, Osaka Aquarium akan menampilkan suatu perjalanan yang mengitari Ring of Fire dalam delapan area berbeda yang menggambarkan tepi dari Samudera Pasifik, Jepang, Kepulauan Aleutian, Teluk Monterey di California, Teluk Panama, Equador/Chili, Antartika, Laut Tasman dan Great Barrier Reef Australia. Kedelapan area ini diimplementasikan dalam Osaka Aquarium melalui penempatan ruang-ruang pamer dan menjadi semacam peta dengan titik-titik penunjuk arah.

Perjalanan pada kompleks akuarium dimulai dari suatu plaza menuju bagian entrance bangunan melalui lorong gelap dan terdapat proyeksi-proyeksi dari gunung-gunung berapi yang meletus. Aliran lava yang mengalir ke laut terasa begitu nyata. Pengunjung akan melintasi jembatan sambil mengikuti perjalanan pembentukan kehidupan di dalam laut.

Secara keseluruhan, Osaka Aquarium memiliki 14 (empat belas) tanki dengan satu tanki pusat yang terbesar. Tanki-tanki tersebut berasal dari bahan acrylic dengan ketebalan 30 cm. Tanki tersebut dilengkapi dengan sistem penyaringan dan dimonitor oleh staf untuk menjaga ketetapan suhu agar sesuai dengan habitat asli Samudera Pasifik.

Tanki-tanki raksasa yang menampung kurang lebih 1,4 juta galon air
Sumber: http://www.travelpanda.org/japan/osaka-aquarium-kaiyukan/

Penampilan Bangunan Osaka Aquarium
Seluruh massa bangunan Osaka Aquarium dilapisi oleh keramik berwarna biru yang mengekspresikan kehidupan laut. Kaca berwarna merah ditempatkan pada bagian puncak bangunan mengekspresikan “api” sebagai perwujudan Ring of Fire. Dengan berpusat pada bagian tengah dari setiap tampak bangunan, di antara volume kaca merah dan kaca transparan terdapat rangka logam berwarna kuning yang berisi gas dan akan menyala bagaikan nyala api di malam hari.

Tampak Depan Osaka Aquarium
Sumber: http://chroniclesofyoyo.com/2012/11/16/osaka-aquarium/

                Dengan keberadaan Osaka Aquarium, diharap masyarakat tergugah untuk melakukan konservasi dan menaruh perhatian terhadap lingkungan. Diharapkan secara khusus Osaka Aquarium dapat menjadi salah satu pusat pelestarian satwa langka, sumber informasi dan pusat penelitian. Osaka Aquarium diharapkan menjadi pintu untuk membuka wawasan akan kehidupan bawah laut. (disunting dari majalah SKETSA 9:Waterfront Developmentl; editor:CA)