Picture

Gambar 1. Sharing discussion oleh para pembicara yang sedang membahas bangunan ramah disabilitas. (Sumber: dok. Majalah SKETSA)

Pameran Selasar (PASSAR) 2019 merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 5-13 September 2019, oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Mercu Buana pada tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Berempati dalam Ruang”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa arsitektur akan pentingnya desain untuk penyandang disabilitas.

​Terdapat beberapa kegiatan seperti pameran yang menampilkan karya-karya mahasiswa Arsitektur Universitas Mercu Buana, Workshop Bamboo Art Creation, kompetisi menggambar menggunakan AutoCAD, dan menggambar mural Arch on Street yang semuanya dilaksanakan di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat.

Picture

Gambar 2. Sesi pembicara oleh Ir. Hadi Sucahyono Mpp., PH. (Sumber: dok. PASSAR 2019)
Kemudian, pada hari Kamis, 12 September 2019, diadakan sesi seminar yang dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Hadi Sucahyono MPP., PH., senior architect Agung Podomoro Group, Christie Damayanti, dan Sigit Kusumawijaya selaku kepala biro arsitek Sigit Kusumawijaya. Mereka memaparkan bahwa seorang arsitek harus mampu merancang bangunan ramah untuk penyandang disabilitas, karena mereka memerlukan desain lebih khusus agar dapat leluasa bergerak, seperti sirkulasi kursi roda, dan penggunaan paving block dalam bangunan.

Kemudian terdapat pembahasan yang menarik Bahwa pemerintah sudah membuat Peraturan Menteri PUPR No. 14 /PRT/M/2017 tentang Persayaratan Kemudahan Bangunan Gedung, yang dimana peraturan tersebut dibuat agar selain harus memenuhi standar dan ketentuan yang sudah berlaku, rancangan bangunan nantinya dapat mengakomodasi penyandang disabilitas sebagai satu dari calon pengguna bangunan nantinya.