​UNIVERSITAS MERCU BUANA

Picture

Gambar 1. Pameran Selasar Arsitektur yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana, Meruya, Jakarta Barat.
Sumber : Dok. SKETSA/ Singgih Pratama
Pada masa kini, orientasi arsitektur sudah semakin berkembang ke arah futuristik, dimana para arsitek harus memikirkan sebuah sistem berkelanjutan dari desain-desain bangunan yang dirancang. Faktor manusia dan lingkungan pun menjadi bagian utama dalam membuat desain arsitektur futuristik. Pembahasan menarik inilah yang diangkat dalam acara pameran selasar seni (PASSAR) yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana.

PASSAR merupakan sebuah program kerja dari himpunan mahasiswa Universitas Mercu Buana yang dilaksanakan setiap tahunnya. Pada tahun ini, Passar dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 24 – 26 September 2018 dengan mengusung tema “Architecture Passing the Future”, yaitu bagaimana arsitektur melewati masa depan yang tertuju pada kemajuan teknologi dan akan terus berkembang mengikuti perkembangan jaman.

Picture

Gambar 2. Pameran tugas perancangan dari Mahasiswa Universitas Mercu Buana, Meruya, Jakarta Barat.
Sumber : Dok. SKETSA/ Singgih Pratama
Dalam acara Passar 2018 ini, juga terdapat beberapa rangkaian kegiatan antara lain yaitu opening, talkshow, seminar dan passar award. Passar Award sendiri merupakan kegiatan baru di tahun ini yang bertujuan mengapresiasikan karya terbaik dari mahasiswa tingkat pertama sampai akhir. Pameran ini pun bermanfaat untuk memperkenalkan tugas-tugas arsitektur yang berlangsung di ruang pamer, Universitas Mercu Buana. Untuk acara pembukaan dan talkshow di hari pertama membahas mengenai public space di Kamal Muara. Selain talkshow, acara seminar pun ikut memeriahkan kegiatan Passar 2018 ini dengan seminar pertama “How Architect Adapt with Technology” dan dilanjutkan seminar kedua dengan judul “Friendly Design in Modern Era” yang dibawakan oleh Bapak Wibisono Bagus Nimpuno, S.T.,M.Sc.

Arsitek dan teknologi tidak dapat dipisahkan, karena arsitektur di masa depan memanfaatkan kemajuan era di jaman teknologi yang canggih dengan desain-desain yang tidak tergantung pada masa lalu. Arsitektur Futuristik sendiri muncul pada awal abad ke 20 di Italia. Gaya arsitektur ini tidak mengikuti perkembangan jaman, namun memberikan gambaran terhadap arsitektur di masa depan. Maka dari itu, para arsitek maupun praktisi diluar sana harus siap terhadap kebutuhan manusia dengan rancangan yang dapat mewadahi kebutuhan mereka di masa depan. Akankah penyelesaian desain untuk arsitektur futurism ini sudah sesuai dengan kebutuhan maupun lingkungan sekitar? (E.M)