Arsitektur dalam Konteks Kota

Picture

Gambar 1. Acara Public Expose 8.23 bertempat di Lobi gedung utama, Kampus 1, Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat
Sumber : dok. SKETSA

Arsitektur merupakan salah satu elemen pembentuk kota. Dengan salah satu perannya; memberikan nilai tambah dalam kompleksitas kota, memberikan pengaruh timbal balik terhadap lingkungan, hingga memicu permasalahan bagi kota itu sendiri. Konteks kota-pun sering hanya dilihat dari sisi yang berkepentingan tertinggi sehingga diperlukan intervensi agar dapat memberi nilai tambah pada lingkungan dalam konteks sosial, politik, lingkungan, budaya, dan ekonomi. Permasalahan inilah yang kemudian diangkat menjadi tema Public Expose 8.23 tahun ini yang diadakan oleh mahasiswa arsitektur semester akhir Universitas Tarumanagara yang berlokasi di Lobi gedung utama, Kampus 1, Universitas Tarumanagara pada Senin (24/7) hingga Jumat (28/7). Acara ini menampilkan 26 karya terbaik tugas akhir mahasiswa arsitektur semester akhir Universitas Tarumanagara.

Picture

​Gambar 2. Proses penjurian yang dilakukan oleh Ardy Hartono Kurniawan, S.T., M.Arch. dan Aditya Dimas Satria, S.T., M.Arch.
Sumber : dok. SKETSA

Kriteria para nominasi agar karyanya dapat dipamerkan di Public Expose adalah mempunyai ide yang menarik, gambar yang lengkap, diagram yang bagus dan kreatif, serta teknik render yang baik. Karya-karya ini melewati proses penjurian oleh Ardy Hartono Kurniawan, S.T., M.Arch. dan Aditya Dimas Satria, S.T., M.Arch. dengan juara pertama jatuh kepada “Museum Perjuangan Bangsa” oleh Felita serta juara kedua jatuh kepada “Pusat Edukasi dan Penelitian Hutan Mangrove” oleh Theresanny Utama dan “Stadion Tangerang Selatan” oleh Beniah Adriel.

Picture

Gambar 3. Juara kedua Public Expose 8.23 “Stadion Tangerang Selatan” oleh Beniah Adriel
Sumber : dok. SKETSA

Picture

Gambar 4. Juara kedua Public Expose 8.23 “Pusat Edukasi dan Penelitian Hutan Mangrove” oleh Theresanny Utama
Sumber : dok. SKETSA

Picture

Gambar 5. Juara pertama Public Expose 8.23 “Museum Perjuangan Bangsa” oleh Felita
Sumber : dok. Fortem Untar

Museum perjuangan bangsa ini berfungsi sebagai wadah edukasi dan rekreasi masyarakat untuk melihat dan mengenang perjuangan Bangsa Indonesia dari jaman penjajahan hingga sekarang. Museum ini bertujuan agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keutuhan NKRI di tengah keributan karena perbedaan. Sebuah alur digunakan agar pengunjung dapat merasakan suasana setiap masa perjuangan dengan konsep jelajah waktu dan pengalaman ruang yang berbeda-beda.

Picture

Gambar 6. Instalasi siluet kota Jakarta
Sumber : dok. SKETSA

Picture

Gambar 7. Instalasi lokasi proyek pada peta Jakarta dan Tangerang
Sumber : dok. SKETSA

“Persiapan Public Expose ini telah dilakukan dari sebulan yang lalu – mulai dari tema, desain, sponsor, serta mendata perlengkapan di Universitas Tarumanagara, dan tiga minggu selanjutnya menentukan intens bagaimana desain dan alur, dan empat hari terakhirlah puncak persiapan acara,” Ujar Yusuf Ardian selaku ketua Public Expose 8.23. Kota terbentuk dari pola tertentu salah satunya dari grid. Beberapa instalasi disesuaikan berdasarkan konteks tema, berbicara tentang lokasi-lokasi di dalam kota Jakarta, dan juga terdapat instalasi siluet Kota Jakarta.

Picture

Gambar 8. Para nominasi dan juri Public Expose 8.23
Sumber : dok. SKETSA
​Acara yang menjadi wadah bagi para mahasiswa semester akhir Universitas Tarumanagara untuk menunjukkan karya mereka ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, arsitek, maupun masyarakat umum. Diharapkan pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi sesama mahasiswa arsitektur maupun masyarakat umum yang ingin membangun bisnis tertentu. Para peserta patut bangga atas prestasi yang diraih hingga mendapat kesempatan untuk mengikuti Public Expose 8.23. Kita sebagai mahasiswa arsitektur-pun tidak boleh berhenti berkarya agar juga dapat menjadi yang terbaik dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu-isu yang beredar zaman sekarang melalui karya kita. (A)