Transformasi sebuah ide abstrak menjadi berani dan konkrit”

Picture

Gambar 1. Keramaian suasana di dalam pameran dan instalasi SENAR
Sumber : dok. SKETSA

Dibalik megah dan indahnya sebuah bangunan, banyak masyarakat umum yang menganggap hasil karya arsitek hanyalah benda mati dengan estetika saja. Selain mementingkan estetika para arsitek harus melalui beberapa tahap untuk menemukan sebuah solusi desain yang fungsional. Maka dari itu pada acara SENAR tahun ini, Divisi Eksternal Gabungan Mahasiswa Arsitektur Universitas Pelita Harapan (GAMATARA) ingin membuka pola pikir masyarakat umum akan proses mendesain mahasiswa arsitek dimulai dari brainstorming sampai solusi desain yang sudah terbangun.

Acara tahunan ke-2 mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Harapan (UPH) ini berlangsung di The Warehouse, lantai 5, Plaza Indonesia dari tanggal 1 hingga 3 Juni 2018. Dengan mengusung tema “Beyond Reality” acara ini telah dipersiapkan sekitar 5-6 bulan dari pemilihan ketua pelaksana, ketua divisi, sampai proses pemilihan panitia. Acara ini terdiri dari beberapa modul acara, antara lain:

Picture

Gambar 2. Instalasi pertama yang merepresentasikan proses brainstorming
Sumber : dok. SKETSA

Picture

Gambar 3. Instalasi akhir di mana sebuah ide telah menjadi sebuah solusi desain
Sumber : dok. SKETSA

Installation
Konsep instalasi tahun ini dimulai dari ide open space di mana pengunjung dapat masuk ke empat bagian yang menampilkan proses berpikir mahasiswa arsitektur dari brainstorming sampai menemukan solusi desain yang siap dibangun.
– Bagian pertama merupakan fase brainstorming di mana ide yang terpikir dituangkan dan digambarkan melalui sketsa maupun tulisan beserta referensinya.
– Bagian kedua merupakan hasil saringan dari ide-ide pada bagian pertama disertai sebab-akibat yang merujuk pada sebuah solusi desain. Elemen yang digunakan di sini masih banyak sehingga menimbulkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
– Bagian ketiga merupakan proses dari bagian kedua yang sudah disaring menjadi sebuah solusi desain, tetapi masih terdapat alternatif dan benang merah menuju ide terakhir yang sudah solid.
– Bagian keempat merupakan hasil ekspresi dari bagian ketiga berupa ide terakhir, solusi desain yang sudah terbangun.
Instalasi ini bertujuan untuk menggambarkan kepada masyarakat luas mekanisme mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Harapan dalam berpikir.

Picture

Gambar 4. Salah satu maket hasil karya mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Harapan
Sumber : dok. SKETSA

Picture

Gambar 5. Antusisame mahasiswa dalam menyerap materi seminar
Sumber : dok. SKETSA

Exhibition
Pameran ini merupakan realisasi dan hasil akhir dari cara berpikir mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Harapan yang telah dipaparkan dalam tema instalasi SENAR dengan menampilkan karya representatif terhadap proses dan tahapan pembelajaran yang membentuk karakter mereka.
Selain itu terdapat juga seminar bertemakan “Ambiguity” A Question in and of Design Process membahas tentang pentingnya ambiguitas dan proses desain dalam karir profesional masa depan dengan menghadirkan pembicara profesional seperti Ahmad Djuhara, Wendy Djuhara (Djuhara + Djuhara) dan Alvar Mensana (mensanaDANteman), serta Fiorent Fernisia (dosen Universitas Pelita Harapan) sebagai moderator.

Picture

Gambar 6. Art Performance berupa tarian di dalam instalasi untuk memainkan atmosfer
Sumber : dok. SKETSA

Art & Music performance
Art performance yang ditampilkan setiap harinya merupakan perpanjangan dari representasi instalasi berupa gerakan yang  berdasarkan pada pengalaman dari setiap bagian instalasi untuk membangun atmosfer yang berbeda. Sedangkan pada music performance, bertujuan untuk menciptakan sebuah atmosfer di mana arsitektur tidak hanya bisa dirasakan melalui sebuah instalasi, namun juga melalui media lain seperti musik sebagai basis dari pemikiran ataupun sebuah abstraksi yang bisa terjadi. Seperti kutipan “Architecture is a frozen music” – Johan Wolfgang von Goethe, music performance yang dimeriahkan oleh beberapa musisi ternama seperti Purpleducktape, RL + Klav, Erick Borromeo, Gabriel Mayo, Ben Sihombing, Janitra Satriani, serta Diskoria diharapkan dapat merealisasikan hal tersebut.

Picture

Gambar 7. Jonathan Lesmana selaku ketua pelaksana SENAR 2018 saat diwawancarai
Sumber : dok. SKETSA

“Tujuan acara ini; menunjukkan kemampuan mahasiswa arsitektur Universitas Pelita Harapan selain dalam bidang akademik, serta bagaimana mereka dibimbing untuk menunjukkan pengembangan elemen-elemen arsitektur yang ada di dunia,” Ujar Jonathan Lesmana selaku ketua pelaksana SENAR 2018. Hal yang bisa kita ambil dari acara ini adalah sebagai mahasiswa arsitektur kita harus dapat menunjukkan eksistensi dan kontribusi kita dalam mengembangkan arsitektur di Indonesia. (A