Dewasa ini, kesadaran untuk merekam proses kebudayaan bangsa memudar di kalangan masyarakat. Dampak dari globalisasi membuat masyarakat kurang mengenal budaya bangsa sendiri. Oleh karena itu, Yori Antar bersama tim Rumah Asuhnya bergerak untuk melestarikan dan membangun rumah-rumah adat yang hampir punah di tanah air. Salah satu rekam jejak terbaru yang dirilisnya adalah sebuah buku mengenai ekspedisi di tanah leluhur Sumba.

Berburu dan Berguru di Tanah Marapu merupakan judul buku yang dibuat oleh Yori Antar bersama timnya. Dalam menyambut terbitnya buku tersebut, maka dibuat serangkaian acara yang turut melibatkan para arsitek, akademisi, dan mahasiswa. Acara yang berjudul the Soul of Sumba ini bertempat di HAP Enterprise, Bintaro, Tangerang dan pembukaan dilaksanakan pada tanggal 14 September 2017 hingga penutupan sekaligus peluncuran buku dan perayaan hari ulang tahun Han Awal Architects pada tanggal 16 September 2017.

Picture

Gambar 1. Gunawan Tjahjono dan Yori Antar
Sumber : dok. Sketsa
Rangkaian acara ini diawali dengan diskusi yang bertajuk “Arsitektur Sumba dan Masa Kini” menghadirkan pembicara Gunawan Tjahjono dan Yori Antar. Diskusi tersebut menceritakan bagaimana ekspedisi Tim Rumah Asuh di Tanah Marapu, menelusuri desa adat hingga ikut terjun langsung dalam proses membangun rumah adat di desa tersebut. Proses tersebut direkam dalam sebuah buku, agar proses pembuatan rumah adat di pedalaman yang belum pernah tercatat, dapat disebar ke publik dalam bentuk tulisan.

Picture

Gambar 2. Pemotongan tumpeng tanda dimulainya acara the Soul of Sumba
Sumber : dok. Sketsa​

Picture

Gambar 3. Penampilan musisi asal Sumba
Sumber : dok. Sketsa​
Dalam acara ini suasana dalam kantor Han Awal Architects pun seketika berubah menjadi suasana Sumba dengan hiasan kain tenun di dinding, pameran foto, dan sketsa serta penampilan musik dari musisi asal Sumba. Yang tidak kalah menakjubkan, Anda dapat melihat salah satu motif kain tenun Sumba yang bahkan penduduk Sumba sendiri belum pernah melihatnya.

Picture

Gambar 4. Kain tenun khas Sumba
Sumber : dok. Sketsa
Sebagai generasi muda Indonesia sudah selayaknya kita belajar untuk mencintai dan melestarikan budaya kita sendiri, agar kebudayaan khas Indonesia tidak tergerus oleh jaman dan pengaruh globalisasi yang kian kini semakin mengancam kebudayaan lokal kita. (YDA)