Picture

Gambar 1. TKIMAI XXXIII Jakarta
Sumber : dok.TKIMAI ke-33

​Kota layak huni merupakan sebuah program yang diimpikan oleh pemerintah maupun masyarakat di Indonesia, oleh karena itu acara TKIMAI (Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia) ke-33 kali ini mengangkat tema “Livable City” agar meningkatkan kesadaran masyarakat dan tentunya arsitek di berbagai daerah dalam membangun sebuah kota layak huni bagi masyarakat serta sebagai solusi dari kurang meratanya pembangunan kota-kota kecil di Indonesia.

Acara berlangsung di ibu kota Indonesia, yaitu Jakarta, pada tanggal 23-30 Juli 2017 dan diikuti oleh kurang lebih 1.400 mahasiswa arstitektur yang berasal dari 19 BPR ( Badan Pekerja Rayon).  Acara yang diadakan setiap tahun ini juga dibentuk agar menyatukan mahasiswa arsitektur dari berbagai daerah untuk mempelajari dan mengetahui perkembangan arsitektur di daerah lain.

Picture

Gambar 2. Opening ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA

Picture

Gambar 3. Opening ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA

TKIMAI ke-33 memiliki delapan rangkaian acara, yaitu Opening Ceremony atau upacara pembukaan – yang diadakan bersamaan dengan seminar nasional, sayembara arsitektur, workshop, pameran karya, pengabdian masyarakat, diskusi ilmiah, sidang forum komunikasi, dan reuni akbar sebagai penutup acara. Pembukaan acara ini diadakan di Universitas Tarumanagara dimana terdapat seminar nasional yang dibawakan oleh Ardzuna Sinaga, D.K Halim, Bernardus Djonoputro, dan Sarah Ginting yang bertemakan “Livable City“.

Pada hari kedua, setiap mahasiswa menjalankan paket kegiatannya masing-masing. Terdapat lima macam kegiatan yang dapat dipilih oleh para peserta yaitu, diskusi ilmiah, workshop, pameran, pengabdian masyarakat, dan sidang forum komunikasi. Setiap kegiatan dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda dengan tema dan rangkaian acaranya masing-masing – diskusi ilmiah dan workshop bertempat di Universitas Multimedia Nusantara, pameran dan sayembara akhir di Galeri Fatahillah, forum komunikasi di Universitas Borobudur, dan pengabdian masyarakat di 15 kampung Jakarta.

Picture

Gambar 4. Workshop TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33

Picture

Gambar 5. Hasil instalasi Workshop TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Workshop

Pada tanggal 24-28 Juli diadakan workshop yang mengangkat tema “Urban Intervention” membahas tentang instalasi bambu. Setiap peserta mendapatkan pembekalan materi dari Eko Agus Prawoto, Effan Adhiwara, dan Muqoddas Syuhada, S.T., M.T. terkait desain instalasi dan pengenalan material bambu hingga akhirnya menghasilkan instalasi 1:1.

Picture

Gambar 6. Acara Diskusi Ilmiah TKIMAI ke-33
Sumber : dok.Instagram @fimasulsel
Diskusi Ilmiah

Diskusi ilmiah pada tanggal 24-28 Juli 2017 mengangkat tema “Transit Oriented Development“ dimana peserta diberikan pembekalan materi melalui seminar oleh Marco Kusumawijaya, Deliani Siregar, dan Sandy Sihotang, dengan Mila Ardiani sebagai moderator. Materi tersebut antara lain: Livable City, Transit Oriented Development, serta penerapannya. Hasil akhir diskusi ialah karya ilmiah yang menjadi solusi dari permasalahan perkotaan melalui Transit Oriented Development.

Picture

Gambar 7. Pengabdian Masyarakat TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat bertemakan “Karakteristik Kampung Kota“ adalah kegiatan yang memberikan pengalaman tersendiri kepada mahasiswa dalam melakukan riset langsung ke lapangan berupa kampung di sekitar Jakarta dimana mereka melakukan pendataan dasar serta berpartisipasi secara fisik melalui pembangunan sarana dan prasarana sederhana untuk kampung tersebut. Pelatihan peserta dilakukan pada tanggal 24 Juli 2017 di Univesitas Indonesia, sementara penyebaran peserta ke 15  kampung yang terdaftar dilakukan pada tanggal 25-28 Juli 2017.  Data yang dikumpulkan antara lain; pemetaan kampung, infografik sejarah kampung, analisis potensi kampung, serta data demografik. Data yang didapatkan akan diberikan kepada pemerintah sebagai arsip dan pertimbangan untuk penataan kampung tersebut.

Picture

Gambar 8. Sidang Forum Komunikasi TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33
Sidang Forum Komunikasi

Sidang forum komunikasi yang merupakan jantung dari acara TKIMAI diadakan pada tanggal 24-26 Juli. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga topik bahasan; pendidikan arstitektur, organisasi, dan pengabdian masyarakat. Kegiatan yang diadakan sejak dulu dalam TKIMAI yang membahas pendidikan arsitektur di berbagai daerah, organisasi yang bergerak di dunia arsitektur, dan presentasi dari tim pengabdian masyarakat. Kegiatan ini juga dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Pleno 1 (pengumpulan masalah), Pleno 2 (pembahasan masalah), dan Pleno 3 (kesimpulan dari permasalahan).

Picture

Gambar 9. Pameran TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA

Picture

Gambar 10. Salah satu karya di Pameran TKIMAI ke-33
Sumber : dok.SKETSA
Pameran

Pameran karya berlangsung dari 24-28 Juli 2017 bertemakan “Arsitektur Nusantara” dengan penekanan konsep “Simplicity“ di Galeri Fatahillah. Galeri Fatahillah dipilih sebagai tempat pelaksanaan pameran karena merupakan pusat kebudayaan di Jakarta – hal inilah yang ingin diperlihatkan kepada masyarakat dan mahasiswa arsitektur di Indonesia. Pameran ini menjadi ajang unjuk gigi setiap BPR yang menjadi peserta TKIMAI ke- 33 melalui keberagaman karya arsitektur dari daerahnya masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang karya-karya kreatif arsitektur dari daerah, agar mereka pun dapat memiliki pandangan dan inovasi yang semakin luas. Selain itu pada pameran ini diadakan acara Talk show 1.0 – 4.0 yang membahas seputar Arsitektur Nusantara.

Picture

Gambar 11 .Juara 1 Sayembara TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33

Picture

Gambar 12. .Juara 2 Sayembara TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33

Picture

Gambar 13. .Juara 3 Sayembara TKIMAI ke-33
Sumber : dok.TKIMAI ke-33

Sayembara

TKIMAI pada tahun ini diadakan sayembara arsitektur bertemakan “Transit Oriented Development dan Mixed Use Building“. Dengan beranggotakan lima orang, sayembara ini diikuti oleh 45 kelompok yang diadu dalam merancang sebuah kawasan Mixed Use di kawasan Jatinegara agar meningkatkan potensi wilayah tersebut dan memudahkan masyarakat setempat untuk beraktivitas tanpa mengurangi rasa aman dan nyaman. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menampung ide-ide kreatif dari seluruh mahasiswa di  Indonesia dalam mengatasi urban sprawl yang terjadi di Jatinegara akibat tata kota yang kurang terorganisir dan densitas penduduk yang tinggi, serta menciptakan sebuah kawasan layak huni dan berdampak baik bagi penduduknya. Penjurian acara ini diadakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama melalui media online dan tahap akhir atau final sayembara di pameran TKIMAI ke-33 di Galeri Fatahillah.

Picture

Gambar 14. Closing Ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.Instagram @ula_maun

Picture

Gambar 15. Closing Ceremony TKIMAI ke-33
Sumber : dok.Instagram @bpr9.mai

Penutupan

TKIMAI ini ditutup dengan reuni akbar pada tanggal 30 Juli 2017 di Universitas Borobudur. Penampilan kesenian dari berbagai BPR menambah kemeriahan acara ini. Secara keseluruhan, TKIMAI ke-33 dibuat dengan harapan agar mahasiswa-mahasiswa arsitektur di Indonesia dapat menjalin hubungan yang baik. Selain itu, para peserta pun mendapatkan pengalaman berkesan, berbagai ilmu, serta terwadahinya kreativitas mereka dalam acara ini. Kita pun sebagai mahasiswa janganlah berhenti berkarya, karena kita adalah masa depan dari bangsa kita. (ET)