“ Napak Tilas Kearifan Lokal Arsitektur Nusantara Kampung Bena”

Picture

Gambar 1. Workshop Seminar Nasional Arsitektur (SEMAR) Universitas Budi Luhur bertempat di Scientia Square Park, Tangerang, Banten.​
Sumber : dok. SKETSA

Ketertarikan dalam proses berarsitektur memiliki daya tariknya sendiri, hal ini tidak jauh dari kata seni dan kreativitas. Dalam berarsitektur, kita pun diajak untuk berpikir secara kreatif dan inovatif karena dengan begitu kita mampu menciptakan sebuah hasil karya seni yang indah. Pada kalangan arsitek di Indonesia sendiri dapat dikatakan bahwa arsitek-arsitek ingin berinovasi menciptakan arsitektur yang kreatif sekaligus estetik. Namun masih banyak yang terlepas dari peminatan cita rasa lokal bagi para arsitek untuk mengulas lebih arsitektur nusantara dalam negaranya sendiri yaitu Indonesia.

Untuk membangkitkan kembali rasa dan pengenalan mendalam pada Arsitektur Nusantara di Indonesia, program studi Arsitektur Universitas Budi Luhur mempersembahkan Seni Mahasiswa Arsitektur (SEMAR) dengan tema “Part of Nusantara Kampung Bena” yang membahas tentang “Napak Tilas Kearifan Lokal Arsitektur Nusantara Kampung Bena”. Dikarenakan ingin mengangkat arsitektur vernakular pada acara SEMAR maka Kampung Bena terpilih sebagai objek tunggal yang ditinjau lebih dalam pada daerah Nusa Tenggara Timur serta menyajikan kearifan lokal arsitektur vernakular di Indonesia kepada masyarakat luas. Program kerja tahunan tersebut diadakan oleh HIMANIKA NAWASANGA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur) yang berlangsung di Ruang Auditorium Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan pada Selasa lalu (1/8/2017).

Picture
Picture
Gambar 2. Pameran Eksternal berupa maket dalam acara Seminar Nasional Arsitektur (SEMAR) Universitas Budi Luhur di Scientia Square Park, Tangerang, Banten.
Sumber : dok. SKETSA
Acara Semar 2017 ini berlanjut “Dengan persiapan yang begitu mendadak serta dikondisikan dengan acara TKIMAI (Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia) ke-33 ini dapat berlangsung meriah dengan peserta – peserta seminar dari mahasiswa arsitektur berbagai daerah yang turut mendengarkan dan memahami konteks arsitektur nusantara, salah satunya Kampung Bena di Flores, NTT,” ujar Reinhard Jeremi Elkanatane selaku Ketua Pelaksana Acara Seminar SEMAR angkatan 2014 ini. Dalam mengusung tema bahasan di SEMAR 2017 ini sebagai suatu yang murni dari ketua acaranya dan ketua pelaksananya pun mencari referensi yang dapat dikembangkan pada wilayah Nusa Tenggara Timur, maka diangkatlah Kampung Bena sebagai objek bahasan tunggal dalam serangkaian acara SEMAR kali ini.
Picture
Gambar 3.  Workshop Trimarta (Nirmana Warna) pada Seminar Nasional Arsitektur (SEMAR) Universitas Budi Luhur di Scientia Square Park, Tangerang, Banten.
Sumber : dok. SKETSA

Acara seminar nasional ini merupakan rangkaian acara dari Semar 2017 lalu yang berlanjut dengan pembawaan materi-materi dari narasumber. Dilanjutkan dengan Diskusi Ilmiah yang berujung pada Ekskursi yang telah dilakukan selama 1 bulan, terdapat pula Workshop Instalasi Bambu serta pameran Internal dan Eksternal yang dipamerkan dari tanggal 23 – 29 April 2018 di Scientia Square Park Summarecon, Tangerang, Banten. Selain pameran Eksternal, terdapat pula workshop Trimarta yang merupakan pengenalan unsur bidang, garis dan warna yang diolah sehingga memiliki dimensi dan volume. Workshop ini diperuntukkan bagi semua kalangan diatas 12 tahun, guna menarik para pengunjung untuk ambil andil sekaligus memperkenalkan seni nirmana datar dalam acara workshop ini.

​Acara penutup ini diharapkan menjadi suatu pembekalan bagi mahasiswa arsitektur maupun masyarakat umum. Dengan harapan para peserta ekskursi yang telah melakukan observasi dan menghasilkan sebuah panel juga maket ini dapat dipahami mulai dari tema sampai materi yang diberikan serta membangkitkan kembali Arsitektur Nusantara menjadikan jati diri Arsitektur Indonesia. Pada pameran dan workshop ini kita diajak untuk memahami dan mengkritisi segala sesuatu tanpa perlu melampaui batas – batas pencapaian kita. Perlu diingat pekerjaan seorang arsitek bukan hanya sekadar untuk mendesain sesuatu yang telah dipengaruhi oleh peradaban jaman, namun mampu mewadahi kehidupan manusia dari sisi lokal yang sudah ada. (EM)