​Interpretasi kota Jakarta sebagai kota yang sibuk menggambarkan berbagai masalah tentang kepadatan, kebersihan, dan ketidakteraturan dalam beragam segi kehidupan. Dengan menggabungkan ilmu perkotaan kontemporer dan ilmu pengobatan tradisional Cina, Urban Acupuncture diangkat sebagai tema Public Expose 8.25 dengan harapan bahwa suatu proyek mampu menjadi solusi dari permasalahan kota yang ada.

Picture

Gambar 1 Pameran Public Expose 8.25 bertempat di Gedung Kerta Niaga Lt.2, Kota Tua, Jakarta Barat
Sumber : dok. SKETSA
Public Expose 8.25 merupakan pameran dari 26 karya terbaik tugas akhir mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Tarumanagara yang dipersiapkan oleh seluruh peserta dengan Paulty Tantristo sebagai ketua pelaksananya. Acara ini diselenggarakan di Gedung Kerta Niaga, Kota Tua dari tanggal 11—18 Agustus 2018 dengan didahului oleh penjurian terbuka yang diadakan di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat (24/7). Karya yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti Public Expose ini sudah dinilai langsung oleh Bapak Eko Prawoto dan Patrick Lim yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia.

Picture

Gambar 2 Juara pertama Public Expose 8.25 : Sofie dengan karya Ruang Kreatif Material Bangunan Bekas : Toko, Galeri, dan Bengkel Kerja
Sumber : dok. Panitia Public Expose 8.25

Picture

Gambar 3 Juara Pertama  Public Expose 8.25 : Thamia Goesnawan dengan karya Pusat Kebudayaan & Kaligrafi Tionghoa Kontemporer di Tamansari
Sumber : dok. Panitia Public Expose 8.25

Picture

Gambar 4 Juara kedua Public Expose 8.25 : Felicia Tania dengan karya Komunitas ‘Peazmakerz’ dan Kreativitas Masyarakat di Kampung Ambon
Sumber : dok. Panitia Public Expose 8.25

Picture

Gambar 5 Juara ketiga Public Expose 8.25 : Michelle Priscilla dengan karya Galeri Kayu dan Besi di jalan Perintis Kemerdekaan
Sumber : dok. Panitia Public Expose 8.25
​Pameran yang menjadi wadah bagi mahasiswa semester akhir Universitas Tarumanagara turut dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara: opening ceremony (11/8), Instagram Photo Contest, Sketch Competition (17/8), Feng-Shui Discussion, hingga closing ceremony (18/8).

“Pengunjung sangat beragam, dari kalangan masyarakat awam sampai anak muda, bahkan ada turis-turis asing yang sangat tertarik sehingga menyempatkan diri hadir ke sini,” ujar Ryan Winata selaku koordinator tim desain. Para peserta Public Expose 8.25 ini patut bangga atas prestasi yang mereka dapat, sehingga memberikan semangat baru bagi kita calon arsitek untuk berkembang dan menyelesaikan problematika kota melalui karya kita.(GG)